Minggu, 07 November 2010

Awal Mula Desa Adat Cemagi

Awal Mula Desa Adat Cemagi

Di dalam catatan adanya nama Desa Adat Cemagi ada hubungan nya dalam babad Ida Dalem Kresna Kepakisan. Sesudah tahun Caka 1380 datang Ida Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan dari Jawa Kediri. Di ikuti oleh para prajurit dan para rsi bersamaan dengan murid-murid beliau semua antara lain adalah: arya wangbang pinatih, pasek/pangeran pasek tohjiwa si dukuh putih,arya gajah para,brang ampul. Itu semua mengiringi beliau dan tidak ada kembali ke jawa, semua bakti kepada Sri Aji Kresna Kepakisan dan juga bakti kepada para Rsi, sebab Sri Kresna Kepakisan sangat memperhatikan bakti prajurit itu semua. Pada waktu beliau berjalan, di ikuti oleh para Ratu, Rsi dan Prajurit beliau. Pada suatu ketika datang di tepi laut, tiba-tiba ada angin ribut, ombak yang sangat dasyat, mendung yang menyebabkan bumi sangat gelap, pada waktu itu melihat ada tanda-tanda. Terjadilah hal yang tidak mengenakkan, perahu beliau terdampar di batu nongol atau disebut juga batu nunggul sampai sekarang, disana beliau beristirahat, menantikan pengikut beliau, sesudah pengikut tersebut datang dengan bagawanta beliau, lalu beliau nangun tapa semadi tidak terlalu lama beliau melanjutkan perjalanan kearah barat. Sesudah datang di batu ngunggos yang zaman sekarang di beri nama. Pura gede luhur batu ngaus. Pada waktu beliau beristirahat di seputaran batu ngunggos beliau bersabda akan membangun loka yowana/disebut desa anyar disitu akan dipakai tempat oleh prajurit2 beliau. Tempat itu sangat berbahaya sekali sebab di penuhi oleh kayu cempagi/ juga disebutkan alas celagi, pada waktu merambah hutan itu akan dijadikan sawah dan tegalan tidak ada piuning kepada Ida Sang Hyang Widhi, tetapi sesudah selesai panjak menikmati bermacam-macam tanaman.
Itu yang menyebabkan sangat senang bala wadwa beliau. Entah berapa tahun lamanya, karena tempat itu sangat mengerikan dan dirasuki, dete, jin, samar, dawang maka dari itu godaan itulah yang menyebabkan Ida Sri Kresna Kepakisan bersama pengikutnya ditimpa musibah atau bencana. Itu yang menjadikn beliau Sri Aji Kepakisan sampai tidak bisa berpikir. Pada waktu itu beliau bersama dengan pengikut-pengikutnya mendatangi Sri Bhujangga Wisnawa supaya memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi sesudah ada sabda dari Sri Aji Kepakisan begitu sangat senang Rsi Bhujangga Mustika mengadakan caru, pengruak yang dinamai caru boganana dan caru angkus di ikuti dengan suara genta kendang, ketipluk, sangka, genta uteritu yang menyebabkan somia atau buta kala pergi, jim samar, dete dawan sudah amukti upacara caru itu, itu lah yang menjadi tata cara untuk mewujudkan untuk membangun desa, banjar yang baru. Sesudah tempat itu menjadi anak bisa di tanggulangin tidak diceritakan lagi perjalan Sri Aji Kresna kekisab tetapi pengikut-pengikut beliau masih tetap berada disana/ di desa anyar dan juga disebut desa semenur dan juga ada banjar alas celagi, setalah sekian lama, tiba-tiba ada bencana yang menimpa desa semenur dan bencana itu menyebabkan penduduk desa semenur itu pergi ke arah utara dari desa semenur dan pada akhirnya tiba di suatu tempat sehingga terbentuklah desa pekraman yang bernama desa cemagi sampai sekarang. Desa cemagi itu terdiri dari beberapa banjar yaitu
1. banjar adat batan tanjung
2. banjar adat bale agung
3. banjar adat petapan
4. banjar adat kaja kangin
5. banjar adat keliki
6. banjar adat tangkeban
7. banjar adat sanghyangan
8. banjar adat pengayehan, dan
9. banjar adat tempek mengening.





Menurut pendapat saya di dalam menulis karya sastra ini, sangat erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa lisan maupun tertulis dan penjelasanya sebagai berikut :
• Dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak, dengan mendengarkan karya sastra dalam bentuk cerita anak-anak lebih mudah tertarik dan hasilnya dapat melatih kemampuan dalam menyimak anak, cerita terjadinya Awal mula Desa Cemagi, selain member hiburan dan melatih kemampuan berbahasa siswa juga dapat menambah pengetahuanya tentang sejarah terjadinya Awal Mula Desa Cemagi dan ketika menyimak anak biasanya mencatat isi cerita yang penting. Jadi kegiatan menyimak dan menulis dapat dilakukan sekaligus.
• Dengan menggunakan media karya sastra kita juga dapat melatih kemampuan berbicara siswa dengan mengajak siswa membaca cerita adanya Awal Mula Desa Cemagi dampaknya juga anak dapat menggunakan daya imajinasinya tentang cerita tersebut, karena anak tidak dapat melihat langsung kejadianya.

1 komentar:

rudi mengatakan...

bagus tp kurang jelas brow

Poskan Komentar

Minggu, 07 November 2010 di 03.35 |  
Awal Mula Desa Adat Cemagi

Di dalam catatan adanya nama Desa Adat Cemagi ada hubungan nya dalam babad Ida Dalem Kresna Kepakisan. Sesudah tahun Caka 1380 datang Ida Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan dari Jawa Kediri. Di ikuti oleh para prajurit dan para rsi bersamaan dengan murid-murid beliau semua antara lain adalah: arya wangbang pinatih, pasek/pangeran pasek tohjiwa si dukuh putih,arya gajah para,brang ampul. Itu semua mengiringi beliau dan tidak ada kembali ke jawa, semua bakti kepada Sri Aji Kresna Kepakisan dan juga bakti kepada para Rsi, sebab Sri Kresna Kepakisan sangat memperhatikan bakti prajurit itu semua. Pada waktu beliau berjalan, di ikuti oleh para Ratu, Rsi dan Prajurit beliau. Pada suatu ketika datang di tepi laut, tiba-tiba ada angin ribut, ombak yang sangat dasyat, mendung yang menyebabkan bumi sangat gelap, pada waktu itu melihat ada tanda-tanda. Terjadilah hal yang tidak mengenakkan, perahu beliau terdampar di batu nongol atau disebut juga batu nunggul sampai sekarang, disana beliau beristirahat, menantikan pengikut beliau, sesudah pengikut tersebut datang dengan bagawanta beliau, lalu beliau nangun tapa semadi tidak terlalu lama beliau melanjutkan perjalanan kearah barat. Sesudah datang di batu ngunggos yang zaman sekarang di beri nama. Pura gede luhur batu ngaus. Pada waktu beliau beristirahat di seputaran batu ngunggos beliau bersabda akan membangun loka yowana/disebut desa anyar disitu akan dipakai tempat oleh prajurit2 beliau. Tempat itu sangat berbahaya sekali sebab di penuhi oleh kayu cempagi/ juga disebutkan alas celagi, pada waktu merambah hutan itu akan dijadikan sawah dan tegalan tidak ada piuning kepada Ida Sang Hyang Widhi, tetapi sesudah selesai panjak menikmati bermacam-macam tanaman.
Itu yang menyebabkan sangat senang bala wadwa beliau. Entah berapa tahun lamanya, karena tempat itu sangat mengerikan dan dirasuki, dete, jin, samar, dawang maka dari itu godaan itulah yang menyebabkan Ida Sri Kresna Kepakisan bersama pengikutnya ditimpa musibah atau bencana. Itu yang menjadikn beliau Sri Aji Kepakisan sampai tidak bisa berpikir. Pada waktu itu beliau bersama dengan pengikut-pengikutnya mendatangi Sri Bhujangga Wisnawa supaya memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi sesudah ada sabda dari Sri Aji Kepakisan begitu sangat senang Rsi Bhujangga Mustika mengadakan caru, pengruak yang dinamai caru boganana dan caru angkus di ikuti dengan suara genta kendang, ketipluk, sangka, genta uteritu yang menyebabkan somia atau buta kala pergi, jim samar, dete dawan sudah amukti upacara caru itu, itu lah yang menjadi tata cara untuk mewujudkan untuk membangun desa, banjar yang baru. Sesudah tempat itu menjadi anak bisa di tanggulangin tidak diceritakan lagi perjalan Sri Aji Kresna kekisab tetapi pengikut-pengikut beliau masih tetap berada disana/ di desa anyar dan juga disebut desa semenur dan juga ada banjar alas celagi, setalah sekian lama, tiba-tiba ada bencana yang menimpa desa semenur dan bencana itu menyebabkan penduduk desa semenur itu pergi ke arah utara dari desa semenur dan pada akhirnya tiba di suatu tempat sehingga terbentuklah desa pekraman yang bernama desa cemagi sampai sekarang. Desa cemagi itu terdiri dari beberapa banjar yaitu
1. banjar adat batan tanjung
2. banjar adat bale agung
3. banjar adat petapan
4. banjar adat kaja kangin
5. banjar adat keliki
6. banjar adat tangkeban
7. banjar adat sanghyangan
8. banjar adat pengayehan, dan
9. banjar adat tempek mengening.





Menurut pendapat saya di dalam menulis karya sastra ini, sangat erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa lisan maupun tertulis dan penjelasanya sebagai berikut :
• Dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak, dengan mendengarkan karya sastra dalam bentuk cerita anak-anak lebih mudah tertarik dan hasilnya dapat melatih kemampuan dalam menyimak anak, cerita terjadinya Awal mula Desa Cemagi, selain member hiburan dan melatih kemampuan berbahasa siswa juga dapat menambah pengetahuanya tentang sejarah terjadinya Awal Mula Desa Cemagi dan ketika menyimak anak biasanya mencatat isi cerita yang penting. Jadi kegiatan menyimak dan menulis dapat dilakukan sekaligus.
• Dengan menggunakan media karya sastra kita juga dapat melatih kemampuan berbicara siswa dengan mengajak siswa membaca cerita adanya Awal Mula Desa Cemagi dampaknya juga anak dapat menggunakan daya imajinasinya tentang cerita tersebut, karena anak tidak dapat melihat langsung kejadianya.
Diposkan oleh Putu Sutrisna

1 komentar:

rudi mengatakan...

bagus tp kurang jelas brow

6 April 2011 21.04