Senin, 08 November 2010

TEORI BELAJAR ROBERT GAGNE

TEORI BELAJAR GAGNE



Salam sejahtera! Pada tutorial online yang ketiga ini Anda akan mempelajari
Teori Belajar Gagne. Di sini Anda akan diperkenalkan lebih lanjut pada penerapan
teori belajar Gagne dalam mata pelajaran matematika. Kalau sebelumnya Anda
sudah mengetahui teori-teori belajar yang menjadi landasan dalam proses belajar-
mengajar matematika, kali ini akan diuraikan mengenai teori belajar
yang umum dipakai dalam proses pembelajaran matematika. Teori
ini diperkenalkan oleh Robert M. Gagne (foto di samping) pada
tahun 1960-an. Menurut Gagne pembelajaran harus dikondisikan
untuk memunculkan respons yang diharapkan.





Setelah mempelajari bahan ajar ini, Anda diharapkan dapat:

1. Memahami objek belajar matematika menurut teori belajar Gagne.

2. Memahami lima hasil belajar matematika menurut teori belajar Gagne.

3. Menerapkan teori belajar Gagne dalam pembelajaran matematika.

Unit ini terdiri dari dua subunit. Subunit pertama berisi dasar-dasar teori belajar
Gagne, sedangkan subunit kedua berisi aplikasi teori belajar ini dalam pembelajaran
matematika. Untuk mencapai tujuan di atas, bacalah bahan ajar cetak mengenai
uraian dalam setiap subunit.



Dasar-Dasar Teori Belajar Gagne

1) Objek belajar matematika terdiri dari objek langsung, yaitu fakta, keterampilan,
konsep, prinsip, dan objek tak langsung, yaitu transfer belajar, kemempuan
menyelidiki, kemampuan memecahkan masalah, disiplin pribadi dan apresiasi pada
struktur matematika.

2) Menurut Gagne penampilan-penampilan yang dapat diamati sebagai hasil-hasil
belajar disebut kapabilitas.

3) Gagne mengemukakan 5 macam kapabilitas, yaitu informasi verbal, keterampilan
intelektual, strategi kognitif, sikap dan keterampilan motorik.

4) Keterampilan intelektual menurut Gagne dikelompokkan ke dalam delapan tipe,
yaitu: belajar isyarat, belajar stimulus respon, belajar rangkaian gerak, belajar
rangkaian verbal, belajar memperbedakan, belajar pembentukan aturan, dan belajar
pemecahan masalah.



5) Menurut Gagne sasaran pembelajaran adalah kemampuan. Kemampuan yang
dimaksudkan di sini adalah hasil perilaku yang bisa dianalisis.

6) Gagne berpendapat bahwa rangkaian belajar dimulai dari prasyarat yang
sederhana yang kemudian meningkat pada kemempuan kompleks.



Penampilan-penampilan yang dapat diamati sebagai hasil belajar oleh Gagne
disebut kemampuan-kemampuan. Hasil-hasil belajar dapat berupa keterampilan-
keterampilan intelektual yang memungkinkan kita berinteraksi dengan lingkungan
melalui penggunaan simbol-simbol atau gagasan-gagasan; strategi-strategi kognitif
yang merupakan proses-proses kontrol dan dikelompokkan sesuai dengan fungsinya,
meliputi strategi-strategi menghafal, strategi-strategi elaborasi, strategi-strategi
pengaturan, strategi-strategi metakognitif, dan strategi-strategi afektif. Hasil-hasil
belajar yang lain ialah informasi verbal, sikap-sikap, dan keterampilan-keterampilan
motorik.

Didasarkan atas model pemrosesan informasi Gagne mengemukakan bahwa
satu tindakan belajar meliputi delapan fase belajar yang merupakan kejadian-
kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru, dan setiap fase ini
dipasangkan dengan suatu proses internal yang terjadi dalam pikiran siswa.
Didasarkan atas analisis kejadian-kejadian belajar, Gagne menyarankan agar guru
memperhatikan delapan kejadian instruksi waktu menyajikan suatu pelajaran pada
sekelompok siswa.

Berdasarkan analisisnya tentang kejadian-kejadian belajar, Gagne
menyarankan kejadian-kejadian instruksi. Menurut Gagne, bukan hanya guru yang
dapat memberikan instruksi; kejadian-kejadian belajarnya dapat juga diterapkan baik
pada belajar penemuan, atau belajar di luar kelas, maupun belajar dalam kelas. Tetapi
kejadian-kejadian instruksi yang dikemukakan Gagne ditunjukkan pada guru yang
menyajikan suatu pelajaran pada sekelompok siswa-siswa. Kejadian-kejadian
instruksi itu adalah :

1. Mengaktifkan motivasi (activating motivation)
2. Memberi tahu tujuan-tujuan belajar
3. Mengarahkan perhatian (directing attention)
4. Merangsang ingatan (stimulating recall)
5. Menyediakan bimbingan belajar
6. Meningkatkan retensi (enhancing retention)
7. Melancarkan transfer belajar








Implementasi Teori Belajar Gagne dalam Pembelajaran Matematika

Dalam pembelajaran menurut Gagne peranan guru lebih banyak membimbing
peserta didik, guru dominan sekali peranannya dalam membimbing peserta didik. Di
dalam mengajar memberikan serentetan kegiatan dengan urutan sebagai berikut :

- Membangkitkan dan memelihara perhatian
- Merangsang siswa untuk mengingat kembali konsep, aturan dan keterampilan
yang relevan sebagai prasyarat
- Menyajikan situasi atau pelajaran baru
- Memberikan bimbingan belajar
- Memberikan Feedback atau balikan
- Menilai hasil belajar
- Mengupayakan transfer belajar
- Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan latihan-latihan untuk
menerapkan apa yang telah dipelajari.

0 komentar:

Poskan Komentar

Senin, 08 November 2010 di 04.29 |  
TEORI BELAJAR GAGNE



Salam sejahtera! Pada tutorial online yang ketiga ini Anda akan mempelajari
Teori Belajar Gagne. Di sini Anda akan diperkenalkan lebih lanjut pada penerapan
teori belajar Gagne dalam mata pelajaran matematika. Kalau sebelumnya Anda
sudah mengetahui teori-teori belajar yang menjadi landasan dalam proses belajar-
mengajar matematika, kali ini akan diuraikan mengenai teori belajar
yang umum dipakai dalam proses pembelajaran matematika. Teori
ini diperkenalkan oleh Robert M. Gagne (foto di samping) pada
tahun 1960-an. Menurut Gagne pembelajaran harus dikondisikan
untuk memunculkan respons yang diharapkan.





Setelah mempelajari bahan ajar ini, Anda diharapkan dapat:

1. Memahami objek belajar matematika menurut teori belajar Gagne.

2. Memahami lima hasil belajar matematika menurut teori belajar Gagne.

3. Menerapkan teori belajar Gagne dalam pembelajaran matematika.

Unit ini terdiri dari dua subunit. Subunit pertama berisi dasar-dasar teori belajar
Gagne, sedangkan subunit kedua berisi aplikasi teori belajar ini dalam pembelajaran
matematika. Untuk mencapai tujuan di atas, bacalah bahan ajar cetak mengenai
uraian dalam setiap subunit.



Dasar-Dasar Teori Belajar Gagne

1) Objek belajar matematika terdiri dari objek langsung, yaitu fakta, keterampilan,
konsep, prinsip, dan objek tak langsung, yaitu transfer belajar, kemempuan
menyelidiki, kemampuan memecahkan masalah, disiplin pribadi dan apresiasi pada
struktur matematika.

2) Menurut Gagne penampilan-penampilan yang dapat diamati sebagai hasil-hasil
belajar disebut kapabilitas.

3) Gagne mengemukakan 5 macam kapabilitas, yaitu informasi verbal, keterampilan
intelektual, strategi kognitif, sikap dan keterampilan motorik.

4) Keterampilan intelektual menurut Gagne dikelompokkan ke dalam delapan tipe,
yaitu: belajar isyarat, belajar stimulus respon, belajar rangkaian gerak, belajar
rangkaian verbal, belajar memperbedakan, belajar pembentukan aturan, dan belajar
pemecahan masalah.



5) Menurut Gagne sasaran pembelajaran adalah kemampuan. Kemampuan yang
dimaksudkan di sini adalah hasil perilaku yang bisa dianalisis.

6) Gagne berpendapat bahwa rangkaian belajar dimulai dari prasyarat yang
sederhana yang kemudian meningkat pada kemempuan kompleks.



Penampilan-penampilan yang dapat diamati sebagai hasil belajar oleh Gagne
disebut kemampuan-kemampuan. Hasil-hasil belajar dapat berupa keterampilan-
keterampilan intelektual yang memungkinkan kita berinteraksi dengan lingkungan
melalui penggunaan simbol-simbol atau gagasan-gagasan; strategi-strategi kognitif
yang merupakan proses-proses kontrol dan dikelompokkan sesuai dengan fungsinya,
meliputi strategi-strategi menghafal, strategi-strategi elaborasi, strategi-strategi
pengaturan, strategi-strategi metakognitif, dan strategi-strategi afektif. Hasil-hasil
belajar yang lain ialah informasi verbal, sikap-sikap, dan keterampilan-keterampilan
motorik.

Didasarkan atas model pemrosesan informasi Gagne mengemukakan bahwa
satu tindakan belajar meliputi delapan fase belajar yang merupakan kejadian-
kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru, dan setiap fase ini
dipasangkan dengan suatu proses internal yang terjadi dalam pikiran siswa.
Didasarkan atas analisis kejadian-kejadian belajar, Gagne menyarankan agar guru
memperhatikan delapan kejadian instruksi waktu menyajikan suatu pelajaran pada
sekelompok siswa.

Berdasarkan analisisnya tentang kejadian-kejadian belajar, Gagne
menyarankan kejadian-kejadian instruksi. Menurut Gagne, bukan hanya guru yang
dapat memberikan instruksi; kejadian-kejadian belajarnya dapat juga diterapkan baik
pada belajar penemuan, atau belajar di luar kelas, maupun belajar dalam kelas. Tetapi
kejadian-kejadian instruksi yang dikemukakan Gagne ditunjukkan pada guru yang
menyajikan suatu pelajaran pada sekelompok siswa-siswa. Kejadian-kejadian
instruksi itu adalah :

1. Mengaktifkan motivasi (activating motivation)
2. Memberi tahu tujuan-tujuan belajar
3. Mengarahkan perhatian (directing attention)
4. Merangsang ingatan (stimulating recall)
5. Menyediakan bimbingan belajar
6. Meningkatkan retensi (enhancing retention)
7. Melancarkan transfer belajar








Implementasi Teori Belajar Gagne dalam Pembelajaran Matematika

Dalam pembelajaran menurut Gagne peranan guru lebih banyak membimbing
peserta didik, guru dominan sekali peranannya dalam membimbing peserta didik. Di
dalam mengajar memberikan serentetan kegiatan dengan urutan sebagai berikut :

- Membangkitkan dan memelihara perhatian
- Merangsang siswa untuk mengingat kembali konsep, aturan dan keterampilan
yang relevan sebagai prasyarat
- Menyajikan situasi atau pelajaran baru
- Memberikan bimbingan belajar
- Memberikan Feedback atau balikan
- Menilai hasil belajar
- Mengupayakan transfer belajar
- Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan latihan-latihan untuk
menerapkan apa yang telah dipelajari.
Diposkan oleh Putu Sutrisna

0 komentar: